Langsung ke konten utama

221 disaring untuk Hepatitis C di Juba oleh misi Mesir

CAIRO - 28 September 2019: Kementerian Kesehatan dan Kependudukan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk 221 warga Sudan Selatan dalam dua hari dalam inisiatif presiden untuk mendeteksi Hepatitis C di antara sejuta orang Afrika dan memberikan perawatan bagi mereka yang terinfeksi.

Jumlah pengunjung untuk klinik "Mesir Hidup-Afrika Hidup" telah tinggi sejak peresmiannya di Juba pada hari Kamis. Tim medis Mesir telah bergabung dengan tim medis lokal untuk memberikan layanan bagi warga negara dalam jangka waktu yang memadai.

Ketua Tim Medis Juba Mohamed Gad menyatakan bahwa targetnya adalah menyaring 10.000 warga Sudan Selatan dan merawat 1.000 pasien Hepatitis C. Dia mengungkapkan bahwa hingga saat ini 25 telah didiagnosis sebagai pasien Hepatitis C dan akan mulai menerima perawatan.

Kementerian mengklarifikasi dalam sebuah pernyataan bahwa tim medis dan pejabat dari Kementerian Kesehatan Sudan Selatan akan mengunjungi rumah sakit universitas di Juba untuk membahas standar yang diperlukan untuk mengakreditasi pusat pelatihan di rumah sakit tersebut. Mereka juga akan mengidentifikasi spesialisasi yang membutuhkan lebih banyak pengembangan kapasitas untuk meningkatkan peluang beasiswa bagi dokter Sudan Selatan untuk berlatih di pusat-pusat itu.

Kedua belah pihak sepakat untuk memberikan pelatihan bagi perawat Sudan Selatan di rumah sakit umum Mesir. Setiap bulan, 15 akan dilatih di departemen perawatan intensif, UGD, cuci darah, kesehatan reproduksi, operasi, dan departemen internal yang berbeda. Selain itu, ada rencana untuk membuka kembali pusat medis Mesir yang dibangun di Port City tetapi berhenti bekerja pada 2013. Kondisinya pertama-tama akan dievaluasi untuk memutuskan pekerjaan restorasi yang diperlukan.


HTML Meta Tag

Redirecting to another URL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingat Kania Perannya Di Jodoh Wasiat Bapak Dimatikan, Ternyata Aslinya Kayak Gini!

Imaz Fitria mulai populer semenjak membintangi sinetron Jodoh Wasiat Bapak yang tayang di Antv. Sebelumnya, Ia sudah pernah beberapa kali bermain sinetron seperti Joko Tingkir, Centini, Super Dede dan beberapa sinetron lainnya.



Imaz Fitria menjadi pemeran utama sebagai Kania. Ia adalah kekasih Adam yang diperankan oleh Adly Fairuz. Pemeran utama lainnya juga ada Vinessa Inez dan Tessa Kaunang.



Setelah tampil hingga ratusan episod, Tokoh Kania diceritakan meninggal setelah mengalami Koma. Banyak penonton yang kecewa, Karna Imaz Fitria sudah tidak tampil lagi.

Gimana kabarnya sekarang? Cek yuk!

1.Meskipun gak di sinetron Jodoh Wasiat Bapak lagi tapi masih main ftv kok



2.Nah dia pernah jadi Runner Up 1 Miss Celebrity 2012 lho


3.Kelahiran 18 Agustus 1995, Usianya sekarang udah 23 tahun


4.Udah sering main film, ftv dan sinetron tapi mungkin karirnya baru bersinar semenjak main sinetron Jodoh Wasiat Bapak



5.Cantik banget tapi sama sekali gak pernah upload foto bareng cowok, Wah udah puny…

Kangen Artis Era 90an Ini Kabar Terbarunya, Nomor 3 Kini Hijrah Jadi Pendeta

Dari Twitter Klick Me  Banyak yang bilang kalau kualitas sinetron Indonesia ini semakin menurun, Bahkan cenderung sangat aneh dan tidak dapat dipahami jalan ceritanya. kreatifitasnya kurang maksimal dengan berbagai adegan dalam sinetron yang satu dengan yang lain sama saja.

Karena sinetron zaman sekarang lebih banyak menggunakan para artis karbitan yang mau dibayar murah serta melakukan sinetron striping. Makanya tidak heran kualitas sinetron saat ini kalah jauh dari yang dahulu.



Tidak heran kini generasi Z hampir malas untuk menonton acara tv yang ada di Indonesia lebih memilih menonton lewat dunia maya atau membayar tv langganan luar negeri yang memberikan edukasi.

Nah, bagi yang kangen dengan artis era 90an tuk kita Kepoin foto-foto dibawah ini:

1. Primus Yustisio pemain Panji Manusia Millenium



Salah satu superhero asli Indonesia ini bikin kangen banget kan? Apalagi dengan Paras ganteng Primu Yustisio ini bikin betah berlama-lama nonton sinetronnya.

2. Sharul Gunawan pemain Jun pa…

Inilah Jawaban Mengapa Suharto Tidak Menjadi Target PKI dalam Peristiwa G30S/PKI

Inilah Jawaban Mengapa Suharto Tidak Menjadi Target PKI dalam Peristiwa G30S/PKI.





Selama puluhan tahun opini kita telah digiring untuk menempatkan Jenderal Suharto sebagai Dalang dari peristiwa G30S/PKI. Selama puluhan tahun pula opini kita digiring untuk menuduh Jenderal Suharto sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas pembantaian jutaan rakyat tidak berdosa yang menjadi korban sebagai dampak dari peristiwa pembantaian 7 perwira TNI AD di Lubang Buaya. Selama puluhan tahun opini kita digiring untuk menganggap peristiwa G30S/PKI adalah konflik internal ditubuh TNI AD. Mereka seolah mengabaikan pengakuan saksi hidup yang melihat langsung keberadaan anggota Pemuda Rakyat yang merupakan organisasi sayap PKI saat peristiwa penculikan terjadi. (kesaksian Amelia Yani, putri dari Jenderal Ahmad Yani). Menurut Sastrawan Taufiq Ismail, kaum Komunis memang pinter dan ahli dalam memutar balikkan faka, memanipulasi data, memanipulasi informasi, memalsukan dokumen, mengarang cerita yang te…