Langsung ke konten utama

Museum Le Mayeur

Museum Le Mayeur adalah rumah cantik sarat ukiran. Bahkan dinding yang terbuat dari tembok juga berhias penggalan cerita Ramayana. Berdiri di Jalan Hang Tuah, Panai Sanur Bali hanya beberapa meter dari bibir pantai. Museum Le Mayeur di Sanur Bali memang tempat yang menyimpan koleksi lukisan LE Mayeur tetapi kisah sang model lukisannyalah magnet tempat ini, debfab bangunannya yang melebar ke samping.

Saat masih berfungsi sebagai rumah tinggal pembagian ruangnya adalah ruang tamu, ruang untuk menyimpan buku yang terkadang dijadikan kamar tamu menginap, studio, kamar tidur, dan kamar mandi. Sekarang, semua ruang berfungsi sebagai ruang pamer museum tempat dipajangnya 88 buah lukisan Le Mayeur furnitur peti atau koper, jambangan bunga, peralatan makan, patung, serta foto-foto Le Mayeur dan istrinya, Ni Pollok. Nama Museum ini diambil dari nama pelukis asal Belgia Adrien Jean LE Mayeue de Merpres (9 februari 1880- 31 Mei 1958).

Dia datang ke Bali pada 1932, kala usianya 52 tahun mendarat di Pelabuhan Buleleng, Singaraja, lantas ke Denpasar. Kedatangannya untuk melukis keindahan Bali pulai yang sebelumnya hanya dia kenal lewat film. Di saat yang sama Ni Nuoman Pollok adalah gadis belia yang baru saja berusia 15 tahun. Penari Legong Keraton terkenal di Pura Dalem Prajurit Pinggiran Denpasar sejak berumur enam setenga tahun, asalnya dari Banjar Kelandis tidak jauh dari Denpasar.

Anak Kampung dari kasta sudra yang tidak pernah bersekolah buta huruf tidak kenal pula bahasa Indonesia. Di pura itulah pertama kalinnya Le Mayeur melihat Pollok menari. Perempuan ini tampak menonjol dibanding penari lain. Tubuhnya yang langsing semampai wajahnya lonjong dan lesung pipitnya mendorong Le Mayeur untuk meminta Pollok menjadi model lukisan. Kecintaan Le Mayeur pada Bali membuat ia melupakan niat awalnya untuk berada di Bali hanya selama delapan bulan. Dia ingin menetap. Begitu juga pameran lukisannya di Singa[ura sukses pada tahun 1933, hasilnya dia belikan tanah di sanur dan tiga tahun kemudian mulai dibangun rumah sederhana dari bambu beratap alang-alang menghadap ke laut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingat Kania Perannya Di Jodoh Wasiat Bapak Dimatikan, Ternyata Aslinya Kayak Gini!

Imaz Fitria mulai populer semenjak membintangi sinetron Jodoh Wasiat Bapak yang tayang di Antv. Sebelumnya, Ia sudah pernah beberapa kali bermain sinetron seperti Joko Tingkir, Centini, Super Dede dan beberapa sinetron lainnya.



Imaz Fitria menjadi pemeran utama sebagai Kania. Ia adalah kekasih Adam yang diperankan oleh Adly Fairuz. Pemeran utama lainnya juga ada Vinessa Inez dan Tessa Kaunang.



Setelah tampil hingga ratusan episod, Tokoh Kania diceritakan meninggal setelah mengalami Koma. Banyak penonton yang kecewa, Karna Imaz Fitria sudah tidak tampil lagi.

Gimana kabarnya sekarang? Cek yuk!

1.Meskipun gak di sinetron Jodoh Wasiat Bapak lagi tapi masih main ftv kok



2.Nah dia pernah jadi Runner Up 1 Miss Celebrity 2012 lho


3.Kelahiran 18 Agustus 1995, Usianya sekarang udah 23 tahun


4.Udah sering main film, ftv dan sinetron tapi mungkin karirnya baru bersinar semenjak main sinetron Jodoh Wasiat Bapak



5.Cantik banget tapi sama sekali gak pernah upload foto bareng cowok, Wah udah puny…

Kangen Artis Era 90an Ini Kabar Terbarunya, Nomor 3 Kini Hijrah Jadi Pendeta

Dari Twitter Klick Me  Banyak yang bilang kalau kualitas sinetron Indonesia ini semakin menurun, Bahkan cenderung sangat aneh dan tidak dapat dipahami jalan ceritanya. kreatifitasnya kurang maksimal dengan berbagai adegan dalam sinetron yang satu dengan yang lain sama saja.

Karena sinetron zaman sekarang lebih banyak menggunakan para artis karbitan yang mau dibayar murah serta melakukan sinetron striping. Makanya tidak heran kualitas sinetron saat ini kalah jauh dari yang dahulu.



Tidak heran kini generasi Z hampir malas untuk menonton acara tv yang ada di Indonesia lebih memilih menonton lewat dunia maya atau membayar tv langganan luar negeri yang memberikan edukasi.

Nah, bagi yang kangen dengan artis era 90an tuk kita Kepoin foto-foto dibawah ini:

1. Primus Yustisio pemain Panji Manusia Millenium



Salah satu superhero asli Indonesia ini bikin kangen banget kan? Apalagi dengan Paras ganteng Primu Yustisio ini bikin betah berlama-lama nonton sinetronnya.

2. Sharul Gunawan pemain Jun pa…

Inilah Jawaban Mengapa Suharto Tidak Menjadi Target PKI dalam Peristiwa G30S/PKI

Inilah Jawaban Mengapa Suharto Tidak Menjadi Target PKI dalam Peristiwa G30S/PKI.





Selama puluhan tahun opini kita telah digiring untuk menempatkan Jenderal Suharto sebagai Dalang dari peristiwa G30S/PKI. Selama puluhan tahun pula opini kita digiring untuk menuduh Jenderal Suharto sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas pembantaian jutaan rakyat tidak berdosa yang menjadi korban sebagai dampak dari peristiwa pembantaian 7 perwira TNI AD di Lubang Buaya. Selama puluhan tahun opini kita digiring untuk menganggap peristiwa G30S/PKI adalah konflik internal ditubuh TNI AD. Mereka seolah mengabaikan pengakuan saksi hidup yang melihat langsung keberadaan anggota Pemuda Rakyat yang merupakan organisasi sayap PKI saat peristiwa penculikan terjadi. (kesaksian Amelia Yani, putri dari Jenderal Ahmad Yani). Menurut Sastrawan Taufiq Ismail, kaum Komunis memang pinter dan ahli dalam memutar balikkan faka, memanipulasi data, memanipulasi informasi, memalsukan dokumen, mengarang cerita yang te…